Dee-M

the squarefriend

m a n d i r i

Jusuf Kalla

judul kuliahnya, “Indonesia 2045, sudahkah kita berdiri sendiri? (mencari terobosan menuju kemandirian bangsa)” pematerinya Pak Jusuf Kalla. kuliahnya bertempat di ITB, pada 20 Agustus lalu.

saya jadi penasaran. Presidential Lecture Series sebelumnya, sekitar 2 tahun lalu, bersama Pak Habibi — waktu itu Bu Ainun masih mendampingi beliau — saya mendapatkan kuliah mengenai Indonesia pada usia 100 tahun (tahun 2045) dari sudut pandang seorang bapak bangsa yang ahli teknologi. kali ini bapak bangsa ahli ekonomi yang berbicara.

kuliah diawali dengan mendefinisikan negara seperti apa yang bisa dikatakan negara maju itu.

yang luas, yang sempit? singapur tuh maju, ah kan kecil ya, gampang ngurusnya. tapi eh, china tuh maju, penduduknya semilyar, 4 kali penduduk indonesia!

yang kaya sumber daya? sumber daya alam jepang ga ada apa-apanya dibanding indonesia punya loh. impor logam segala macem, eh diolah jadinya mobil. maju kan jadinya.

pada intinya, kemajuan suatu negara itu tidak tergantung luas wilayah, kekayaan alam, bahkan sistem pemerintahan juga. yang komunis, yang demokratis, sama-sama ada contohnya yang udah maju.

pak Kalla seolah menegaskan bahwa no excuse buat kita Indonesia. kita ga bisa beralasan susah maju karena negara kita terlalu luaslah, banyak penduduknya lah, dan blablabla alasan lain. GA ADA ALASAN!!

lantas dari manakah kemajuan itu bisa kita panen?

kemajuan ada pada kemampuan kita untuk bisa memberikan nilai tambah. contoh yang udah saya sebutin itu gimana caranya orang jepang bisa ngasih nilai tambah terhadap logam-logam dan komponen lainnya sehingga menjadi mobil. see? kuncinya adalah NILAI TAMBAH.

pada akhirnya, kemajuan ini akan mendorong terciptanya kemandirian. mandiri itu bukan berarti ga butuh orang lain loh. “bukannya harus anti asing, tapi percaya dulu sama kemampuan diri sendiri,” kata pak Kalla.

menurut pak Kalla, di Indonesia ini terdapat hal-hal yang menghambat kemandirian. hal-hal tersebut adalah perasaan tidak mampu, kebiasaan ingin yang gampangnya saja, dan kebiasaan ingin dikasih terus. hal-hal inilah yang harus dilawan dengan keyakinan dan semangat untuk  maju. menurut beliau juga, Indonesia membutuhkan pemimpin-pemimpin yang bisa menularkan optimisme dan semangat maju.

masalah semangat ini penting untuk dijaga. beliau mencontohkan Indonesia pada periode 2008-2009 berhasil melakukan swasembada beras, tetapi hal ini tidak bisa dipertahankan. “2010 kita impor (beras) lagi,” tutur pak Kalla.

yang paling saya ingat dari kuliah beliau, beliau bilang, “pake otot, pake otak, pake kantong sendiri!”

agak menyindir gimana gitu ya, kalo inget saya sering ngeluh dan manja, padahal belum mengumpulkan seluruh kapasitas diri :(

hmm…

Dee-M dan Mamaw

yah, pokoknya senang sekaliii bisa mengikuti kuliah ini, sama Mamaw pula datengnya.

oh iya, pak Kalla juga bilang gini,

“SDM itu harus jangan manja. karena itu, di universitas butuh banyak dosen-dosen killer. kalau dosen banyak yang kasihan sama mahasiswanya waktu ujian, habislah bangsa ini.”

sesuatu ya, hihi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.