Dee-M

the squarefriend

Ke Situ Gede, Yuk!

Situ Gede pagi hari

Awal Desember tahun lalu, saya, Bram, Zia dan Kang Yudha berkesempatan main ke Situ Gede. Situ Gede ini salah satu objek wisata alam di kecamatan Mangkubumi, kota Tasikmalaya.

Seperti namanya, di sana terdapat danau yang lumayan besar. Di sekeliling danau ada trek ber-pavingblock untuk pejalan kaki kurang lebih sepanjang 6 kilometer.

Trek ini biasanya ramai pada hari Minggu, ada yang jogging, bersepeda, atau sekedar jalan santai. Kami sendiri memilih untuk jalan santai saja, sambil menikmati keindahan Situ Gede.

Sepanjang jalan mengitari Situ Gede, kami menemukan banyak orang memancing. Ada yang pake rakit, ada juga yang sekedar duduk di pinggir Situ. Kami juga menemukan bunga-bunga semak yang cantik. Selain itu ada rumah-rumah warga, yang entah kenapa, saya suka sekali motret jemurannya, hehe :D

Mancing di atas rakit.

bunga putri malu yang kami temukan di sekeliling Situ Gede.

jemuran milik warga di pinggir Situ Gede.

Zia dan Bram, pose ala pahlawan bertopeng.

Sehabis khatam satu putaran keliling Situ Gede, kami memutuskan untuk makan di warung yang ada lesehan di bawah pohon kersennya. Saya lupa detail harganya, tapi makanan di sini relatif murah. Untuk berempat saja hanya menghabiskan 50-an ribu, itu pun menunya sudah lengkap (kalau tidak salah, kami pesan: nasi 5 porsi, 2 kelapa muda, 1 jus, 2 ikan bakar, 1 ayam goreng, 1 oseng pakis, lalab-sambel, tahu tempe, lupa lagi, hehe..)

Menunggu pesanan :D

Menyenangkan, tapi…

Secara keseluruhan, Situ Gede tempat yang menyenangkan. Tapi masalah kebersihan masih kurang terjaga. Di beberapa titik di Situ, terdapat tumpukan sampah yang mengambang. Selain itu jumlah tempat sampah sangat sangat minim. Rambu-rambu peringatan untuk tidak buang sampah sembarangan (apalagi buang sampah ke Situ) tidak ada. Padahal banyak yang datang ke Situ Gede sambil bawa makanan untuk botram (makan bersama). Rata-rata menggunakan kertas nasi dan kantong plastik.

Selain itu terdapat keanehan saat membeli tiket. Petugas mengenakan tarif 2.500 rupiah untuk 1 orang, tapi kami tidak diberi tiket. Saat saya meminta tiket, petugasnya bilang kalau pake tiket 4.000.

Saya bilang tidak apa-apa. Akhirnya kami membayar 10.000 (untuk 4 orang), tapi hanya diberi 2 lembar tiket berlabelkan 4.000. Nah, loh, ini maksudnya apa? Uang kami lari kemana kalau tanpa tiket?? :(

Sepertinya hal ini hanya terjadi pada hari Minggu saja saat banyak pengunjung. Menurut informasi dari teman saya yang datang ke Situ Gede di luar hari Minggu, dirinya tetap dikenakan tarif 4.000 dengan tiket berlabel 4.000.

Semoga pengelola Situ Gede mau berbenah diri.

More photos here.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.