biru

– hunus saya dengan pisau2 itu
+ tidak, aku tau cara yg lebih kejam utk nyiksa kamu
– saya mohon, buat saya merah melaut dengan pisau2 itu
+ tidak, lagipula nanti aku tidak akan sanggup melihatnya
– oh, saya sungguh memohon, bermurah hatilah
+ kataku tidak!
– jangan lakukan itu lagi, kata2mu kejam hujam rasa, diammu dingin menyiksa
+ mauku hujankan kamu!
– maka hujankan saya dalam merah
+ caraku biru
– maka larutkan saya dalam isak biru yang mengharu

surat cinta untuk tuan #2

kepada tuan yang merajai hati saya,
apa kabar?
saya masih setia memandangi punggung tuan.
iya tuan,
saya adalah maya yang tidak kelihatan.
saya bertahan di belakang punggung tuan.

tuan tidak perlu khawatir,
tidak perlu susah payah untuk mencari saya.
saya akan menjadi cukup berharga,
hingga tuan bisa merasakan saya dengan hati.
ya, rasakan saja dengan hati.

tuan raja saya,
saya mencintai tuan,
tanyakanlah pada punggung tuan,
seberapa sering saya tersenyum padanya,
seberapa sering saya menatapnya.
tanyakanlah betapa saya selalu ada.

hingga saat tuan menyadari kalau saya berharga untuk tuan,
saat itu saya akan tetap berada di sana.
hingga saat nanti tuan menoleh pada saya
dan tersenyum untuk mengajak saya ke istana tuan.

surat cinta untuk tuan

tuan, apakabar?

saya selalu berharap tuan dapat menemukan kebahagiaan setiap saat, ktika tuan melihat semut-semut kecil berbaris rapi, ktika matahari benderang, ktika tuan mencium aroma teh. setiap saat.

tuan, hari ini saya pergi menemui seorang sahabat. saya senang sekali, sahabat saya bercerita tentang bnyk hal. tentang pelangi dan bulan, tentang hujan dan awan, tentang kerlip bintang yg tidak abadi.

dan tahukah tuan, bagian yg saya paling sukai ktika sahabat saya bcerita tetang kberanian. kata-katanya indah, seindah bunyi piano yg pernah kita dengar bersama ktika hujan memeluk bumi.

ujarnya, hidup harus berani. tanpa keberanian, tidak akan ada kbenaran yg bisa disampaikan, padahal menyampaikan kbenaran adalah tugas stiap manusia yg menghirup udara.

tuan, saya tidak punya banyak kekuatan. biarkan saja ktika tuan melihat saya jatuh. saya akan selalu punya cukup kberanian untuk bangkit berdiri, dengan tertatih sekalipun.

saya tau, tuan punya bnyk cara untuk berkata cinta. saya akan selalu bisa membahasakannya.

tuan, surat saya segini dulu. saya rindu tuan, rindu sekali. matahari masih saja setia, tuan. menyampaikan peluk hangat tuan setiap hari.

salam.