.

dan kembali saya pada satu titik

dimana di situ hanya ada saya dan si titik

si titik hanya sendiri, pun saya

maka kami berceloteh dalam diam, tentang sendiri yg masing2 dari kami rasakan

hingar benak saya, tentang kamu, kamu, kamu

wahai, hari ini saya lelah, kamu tau, senyum saya palsu

saya dan si titik terdiam masih

sore hujan saya dengan teman sekamar kueh keju

habis nonton film iran, judulnya Room Mate, director sama script writernya Mehrdad Farid.

hohoho.. saya tidak banyak menonton film iran sih, film iran terakhir yang saya tonton judulya Color of Paradise, akhir 2008 lalu. dan itu sumpah superduper mengharukan, sutradaranya yang buat Children of Heaven juga.

nah, saudara-saudara.. Room Mate ini pernah diputer di blitz megaplex, tapi saya tidak sempat nonton. DVDnya juga ada di sekre Salman Film, tapi ya sama ga sempet nonton juga disana, hehe.. mau donlot juga ga nemu linknya di internet.

cover dvd roommate

akhirnya, setelah muter2 BEC buat beli Access Point, Crimp Tool, RJ-45, kabel LAN, cable tester, tang, pelapis kaca, jam dinding (menghabiskan uang sekitar 3 jutaan), dalam perjalanan ke BIP mencari cheesecake transit dulu di Gramed dan menemukan obral DVD disana, omigot!

hah, mengharukan bukan (lby gitu deh, hahaha :D)

jadi jadi jadi.. setelah rombongan kami (halah), sampai di UPI dengan hujan2an, langsunglah Gedung Ilkom yang dituju. karena eh karena itu barang2 harus disimpan dulu di lab jaringan. singkat cerita terus kita makan deh, terus saya langsung pulang deh ke kosan, karena tampaknya sore itu tidak jadi mau setting cisco, hmmm..

hiyaaa.. ga penting yah cerita saya.

dan saya biru-biru sore itu, untung hujan, haha.. ga ketauan tah mana yang hujan mana yang airmata.

yaks. cheesecake dan Room Mate udah nunggu saya, buat ditonton, buat dimakan.. (nonton cheese cake sambil makanin DVD, hahaha, kasian amat)

sepotong kue lembut rasa keju dengan toping stroberi seharga limabelasribu itu saya nikmati pelan-pelan..

haduuh.. enak bangetttt.. mmmmmmmmm.. yummyyy..

dan saya langsung hatam nonton film ini. seperti judulnya yang berbunyi Room Mate, temen sekamar, yah tentang itulah film ini bercerita.

jadi ada perempuan, Mahsa namanya, terpaksa pura-pura jadi suami istri sama si Jamshid. Soalnya kan si Mahsa ini ternyata harus ngulang satu semester baru bisa lulus kuliah di Teheran, sedangkan dia udah ga bisa nempatin asrama lagi, mau nyewa kosan juga ga punya uang. Nah, ternyata ada nenek2 yang butuh penjaga rumah selama dia pergi, tapi ya syaratnya harus udah nikah.

Dan itu kan ceritanya di iran, where culturue of Islam society, as well as civil law in Iran, doesn’t accept leaving of an un-married couple in the same house..

di indonesia juga ga nerima yah pasangan un-married, tapi di sini seperti ada ‘pembenaran’ (pake kutip loh) kalo itu kan hak mereka, bahkan ada yang sampe diumumin di inpotemen kan, hahaha.. lucu lah..

saya ga berniat cerita panjang lebar tentang cerita filmnya, saya cerita tentang si saya aja..

yang mana si saya ini suka sama kata-kata si Jamshid yang bilang ke si Mahsa, “hey, ini sudah mau kiamat”.. hah. jadi kira-kira begini adegannya..

Mahsa beli cincin kawin tiruan, yang murah, terus dia minta si Jamshid itu make cincinnya. Jamshid ga mau, apaan murahan amat pake imitasi.

Mahsa: Atuhlaahhh..

Jamshid: Saya pake cincin punya saya aja deh

Mahsa: Hah. Kamu punya cincin gitu? Yang pake perhiasan itu kan perempuan.

Jamshid: Hey, ini sudah mau kiamat..

(dialog nya ga gitu2 amat sih, hahahaha..)

ini sudah mau kiamat ya? semakin bayak laki2 yang menyerupai perempuan, semakin banyak perempuan yang menyerupai laki2..

yang mana si saya tidak mengerti kenapa banyak gambar dengan angle2 atas.. atau memang inilah iran-taste nya.. hahaha.. iya gitu ya..

yang mana si saya kaget waktu tiba2 credit title nya muncul dengan huruf2 arab.. hah, udahan gitu filmnya? dan setelah saya merenung kembali (halaaahhh) si sutradara memang sudah selesai bercerita, tanpa dia harus nambahin satu scene terakhir, scene dengan adegan yang manis seperti layaknya film2 drama dengan happy end.

itu ending yang keren kalau kata saya. adegan yang “not tell, but show”.

yang mana si saya jadi inget film2 holiwud dan sodaranya, boliwud, dan indowud (mulai ngaco..) yang banyak adegan tuingtuing orang kasmaran.

film iran ini bahkan tidak menunjukan adegan pegangan tangan, dan ceritanya manis seperti sepotong kue lembut rasa keju dengan toping stroberi seharga limabelasribu itu..

yah, begitulah, sore hujan saya dengan teman sekamar kueh keju..

catatan kecil ketemu kang budhiana

 

Kemarin waktu rapat di Salman ketemu Kang Budhiana Kartawijaya, beliau wartawan senior, Wapemred PR kalau ga salah (hehe, belum sempet kenalan jauh^^). Bukan kali pertama sih ketemu beliau, dulu sempat ketemu pas saya ikut pelatihan jurnalistik di Salman, beliau jadi pematerinya.

Kang Budhiana cerita tentang filosopi jurnalistik, si saya mendengarkan dengan seksama, hehe, seneng deh. Bukan tentang apa yang kita ceritakan, tapi tentang bagaimana kita bercerita. Karena tidak ada hal kecil di dunia ini, semua bagaimana kita memaknainya. Jadi tidak ada hal yang tidak penting. Kita jadi dituntut untuk mengasah kepekaan kita.

Beliau juga berbagi pengalaman waktu menjadi wartawan. Full attention mode saya waktu beliau cerita meliput perang Irak dan menyaksikan langsung waktu patung Saddam rubuh. Wartawan yang meliput perang atau bencana biasanya setelah kembali dari tugas mendapat treatmen khusus. Tidak jarang kengerian disana menjadi trauma tersendiri buat mereka.

Kang Budhiana sendiri selama 4 bulan meliput perang Irak, menyaksikan langsung kejamnya perang di sana. Kota dibombardir, dijatuhi mesiu, langit jadi hitam, butuh beberapa hari sampai mesiu mengendap dan langit kembali normal.  Mesiu yang mengendap itu mencemari sungai tigris, sumber air minum warga di sana. Karena sumber air yang tercemar ini banyak bayi yang terkena ISPA. ASI para ibu ikut tercemar karena mengkonsumsi air yang tercemar mesiu.

Sementara rumah sakit tidak bisa memberikan pelayanan, listrik mati, obat habis. Akibatnya dokter tidak bisa melakukan operasi padahal korban perang terus berjatuhan. Hari itu sekitar 30 bayi masuk rumah sakit, cerita Kang Budhiana. Kebanyakan ISPA, ada juga yang tertembak. Yang selamat hanya 7 bayi.

“Ada seorang bayi melihat saya terus, rasanya seperti minta tolong sama saya, tapi saya nggak bisa apa-apa. Dia lihat saya terus, lama. Terus pelan-pelan matanya menutup, meninggal dunia. Dulu saya selalu bergetar dan menangis kalau bercerita tentang ini, setelah treatmen baru sembuh.”

Hah, itu ya.. beruntung bisa share sama Kang Budhiana 🙂

Notulen Netlab Regular Meeting Feb12th2010

Notulen Netlab Regular Meeting
Jum’at, 12 February 2010, Lab Jaringan, Gedung Ilkom UPI

Peserta Rapat:
Eddy Prasetyo Nugroho, MT
Rizky Rahman J, M.Kom
M. Arif Fadhly Ridha, S.Kom
Frendhi Saido Danaro
Fanni Saeful Ikhwan
Titan Firman
Ade Ismail Isnan
Avionic
Bramandityo Prabowo
Maya Dewi Mustika

Hasil Rapat:
#Umum
-Jadwal Rapat Reguler dan evaluasi ditetapkan setiap hari Jumat jam 9 di Lab Jaringan.
-Peraturan Lab Jaringan akan disusun ulang, PJ Fadhly.
-Akan dibuat Log Book untuk pengunjung dan pengguna Lab Jaringan, PJ Avionic.
-Akan dibuat label inventaris untuk Lab Jaringan, PJ Inan.
-List pengadaan kelengkapan inventaris Lab Jaringan segera diserahkan kepada Pak Eddy untuk diajukan ke prodi, PJ Bram.

#Riset
-Deadline riset adalah akhir Maret 2010, setelah itu diharapkan melakukan riset kembali dengan tema baru.
-Hasil riset diharapkan dapat didokumentasikan dengan baik.
-Setiap riset harus dikepalai oleh salah satu aslab jaringan.
-Hasil riset akan dibuat pelatihan untuk mahasiswa ilkom, target pelatihan setelah UAS semester genap.

#Praktikum
-Persiapan aslab sebagai asisten mata kuliah jarkom untuk semester depan.

  • mikro teaching
  • Aslab bergantian mengajar, dibagi per-materi (shift)

-Setiap aslab diberikan fasilitas toolbox yang berisi tools jaringan untuk keperluan praktikum, dll dan bertanggung jawab atas toolbox tersebut.
-Tambah NIC perPC. Prioritas: Ethernet, dan coax.
-Modul Praktikum (update):

  • Topologi
  • Protokol

Agenda Rapat Jumat depan:
Setiap PJ riset memberikan presentasi tentang langkah dan gambaran umum tema riset yang diambil, yaitu  VoIP (Frendhi), VPS (Bram) dan LTSP (Titan).

Notulis,
Maya Dewi Mustika