[video] Sherina: Simfoni Raya Indonesia

Simfoni Raya Indonesia
Vokal: Sherina Munaf
Lirik: Guruh Sukarno Putra
Album: “Persembahanku”


Indonesia
irama denyut nadimu
detak-detak jantungmu bertalu
berpadu satu menggubah lagu
simfoni raya Indonesia

Indonesia
alunan laut nan permai
belaian bayu lalu membuai
merayu sukma mengundang rasa
damai dan cinta Indonesia

simfoni raya Indonesia
berkumandang ke penjuru dunia
simfoni raya Indonesia
bergema membah’na memenuhi semesta

Indonesia
simfoni laras terpadu
mendayu dalam kalbu rakyatmu
menggugah rasa bakti dan setia
pada negara Indonesia

video from here, lyric from here.

enjoy the song 🙂

kang kasep, kita menang :)

wah. ini teh lomba ternyata. dm pikir bukan. hehehe..

bulan lalu ngirim tulisan buat website jalan remaja, temanya “satu bola satu bangsa”.

eh, hari ini dapat kabar katanya menang, dapet hadiah buku/novel 🙂

kang kasep, kita menang. alhamdulillah..

repost di sini ah yaaaa 🙂

Kumpul Keluarga feat. Si Kasep Bachdim

Tiba-tiba saja obrolan teman-teman saya diwarnai istilah “pemain naturalisasi”. Hah apa itu, saya tahu yang mereka bicarakan adalah sepak bola. Apalagi coba, walaupun nggak punya tv di kosan saya tau turnamen AFF sedang berlangsung. Ternyata istilah yang satu ini tidak sulit saya mengerti maksudnya ketimbang mengerti apa itu offside, hehehe.. Pemain naturalisasi adalah istilah untuk pemain yang pindah kewarganegaraan. Saya tidak tahu apa sebelum ini pernah ada pemain timnas sepakbola Indonesia hasil naturalisasi. Yang jelas, istilah ini ramai dibicarakan selama AFF berlangsung.

Christian Gonzales dan Irfan Haarys Bachdim si pemain naturalisasi yang ramai disebut-sebut itu. Kalau Gonzales, saya kenal. Sudah tiga tahun lebih saya tinggal di kota tempat Persib merumput. Orang Bandung mana yang nggak tau Gonzales coba? Lain halnya dengan Bachdim, sosok yang kebanjiran follower twitter ini baru saya kenal di AFF ini. Parasnya memang kasep (bahasa sunda untuk ganteng), pantas banyak penggemar perempuan yang histeris sama Kang Bachdim ini. Semoga kasep-nya Bachdim tidak membuat dia ikut-ikutan main sinetron setelah AFF ini, amin. (loh?)

Si kasep Bachdim ini tidak lantas membuat saya menunggu-nunggu pertandingan final AFF antara Indonesia dan Malaysia. Yang saya tunggu dari pertandingan final AFF adalah.. pulang ke Tasik. Iya, selain menghadiri resepsi pernikahan seorang teman, menonton final AFF bersama keluarga adalah salah satu agenda utama saya pulang ke Tasik.

Selama babak penyisihan grup, saya lebih suka mengikuti perkembangan AFF dari berita di internet daripada ikut nonton di kamar kosan sebelah. Beberapa kali ibu saya pernah sms, “Ya, nuju nonton bola teu?” Ya, lagi nonton bola nggak?. “Henteu Mbu, mangkaning rame nya” Nggak Mbu, padahal rame ya. “Palaur eleh” Takut kalah. Ketawa sendiri saya, jarang-jarang loh ibu saya sms. Perjuangan timnas Indonesia di AFF telah mengikat rasa. Saya yakin tidak hanya antara saya dan keluarga saya, tapi seluruh indonesia sudah terikat rasa dengan perjuangan timnas bersimbah peluh mengejar si kulit bundar ini.

Bapak saya juga cerita, “Si Mbu mah sieuneun nonton bola nyalira” Si Mbu takut nonton bola sendiri. “Bapak nuju di dapur disauran” Bapak lagi di dapur dipanggil-panggil. Saya jadi lucu sendiri membayangkan kedua orang tua saya nonton bola di rumah, hihihi.. 🙂 Teteh (kakak perempuan) saya di Jakarta tak mau kalah juga dengan euforia sepak bola ini. Teteh sempat menelepon ke rumah, Bapak mau dibelikan kaos timnas ukurannya apa, katanya. Wah, lengkap sudah seluruh anggota keluarga kami saling terhubung satu sama lain karena pesta garuda di dada ini.

Kedua laga final saya tonton di rumah bersama Mbu dan Bapak. Selain meributkan baju apa yang harus saya kenakan di acara resepsi pernikahan teman saya, kami tak kalah seru membicarakan si kasep Bachdim dan anggota tim lainnya. Oh itu Markus protes karena laser, oh itu Bepe menggantikan Firman Utina. Wah Arif Suyono keren, Eka Ramdani lincah sangat, Nasuha dan Bustomi keukeuh ngejar bola. Yaaah, itu gol Gonzales dianulir. Eh, itu Bachdim nangis ya?!

Kumpul keluarga kami ramai jadinya. Terima kasih timnas Indonesia, perjuangan kalian keren sekali. Kalian merekatkan kami. Satu bola yang kalian kejar merekatkan satu bangsa Indonesia.

Repost dari http://www.jalanremaja1208.org/2011/01/kumpul-keluarga-feat-si-kasep-bachdim/

surat, untuk riri riza

ini saya baru saja nonton (lagi) film Petualangan Sherina. entah sudah keberapakalinya sejak saya pertama kali nonton film ini di bioskop, 10 tahun yang lalu.

oh iya, saya lupa. kenalkan saya maya, mahasiswa tingkat akhir jurusan ilmu komputer. kita dulu pernah ketemu di Bali. di acara malam anugrah Festival Film Dokumenter Kawanusa Award 2007. iya saya tau, pasti lupa kan. waktu itu, mbak Cicilia Maharani dari Kampung Halaman yang memperkenalkan mas riri sama saya. lupa juga ga apa-apa kok. ya masa aja masih inget, ajaib bener, hehehe..

saya rasanya menyesal, kenapa dulu waktu ketemu mas riri saya gak bilang apa-apa. cuma senyum-senyum doang. ya waktu itu mas riri nya juga sibuk sih ya, jadi juri sama mbak dian sastro yang cantik, dan pak ahmad mahmudi yang (menurut saya terlihat) kalem.

sekarang saya baru kepikiran. saya mau bilang terima kasih.

terima kasih sudah membuat film Petualangan Sherina. aslinya terima kasih banyak.
terima kasih telah melengkapi masa kecil saya dengan sebuah film yang keren.
kelas 6 SD adalah ketika saya menonton film di bioskop untuk pertama kali, film Petualangan Sherina.
dari Tasik saya harus ke Bandung dulu, kakak saya yang cantik membawa saya ke bioskop.
sekarang, di semester ke-8 kuliah, rasanya saya masih bisa merasakan kenangan masa kecil itu.

terima kasih, ya 🙂

pasar, such a tempting place

kata mbu, dulu waktu kecil dm pernah diajak ke pasar.
“Aya sigana mani aneh ku mbu diajak ka pasar teh. ningali sayuran numpuk mani ‘euleuh'”
terjemahan bebas: kayaknya si maya ini aneh banget waktu mbu ajak ke pasar, liat sayuran sampe ‘wah’.

wah, itu cabe. wah, itu wortel. wah.. wah..
hahahha..

dm sih ya udah lupa cerita ‘pertama kali ke pasar’ itu. aslinya itu kapan taun mana inget.

tapi pasar itu emang gitu deh. pasar penuh dengan barang-barang bersinar. tiap masuk pasar gerlong kayaknya ada efek slow motion-nya gitu. lirik kiri ada brokoli berkilau-kilau. kayaknya dia dadah2in dm sambil bilang ‘masak brokoli saus tiram, dee’. lirik kanan ada jagung bersinar terang, “dee, bubur jagung, dee”. liat tomat, “spageti, dee, spageti”. aslinya sayuran-sayuran yang ada di pasar itu sangat menggoda. seneng banget liatnya pada seger, pada numpuk berjejer, pada BERSINAR.

belanja di supermarket juga asik sih, ada beberapa sayuran yang nemunya cuma di supermarket aja, kaya letuce misalnya. tapi tetep aja, pasar itu lebih eksotis. lebih bisa senyam-senyum sama si penjualnya. kadang lempeng-lempeng aja, kadang ada yang nanya, “masak apa, neng?”. ada juga yang rekomen, “pakis neng, masaknya gampang tinggal bawang merah sama bawang putih aja”. kalau minjem istilahnya nanaw, lebih membumi.
eh, btw di pasar gerlong pernah liat ada paprika looh. wow, nyasar dari mana nih barang supermarket.

nah, tapi kalau belanja daging lebih suka di supermarket sih. kalau di pasar suka males melewati bagian daging2an. aromanya ga tahan bu..

oia satu lagi. di pasar gerlong dm nemu pasangan suami istri yang buka tenda warung makanan. mereka ini rumahnya di daerah pondok hijau. FYI, ke pondok hijau dari gerlong itu yaaa nanjaknyaa minta ampun. setiap hari berangkat dari rumah jam 2.30 dini hari. jam 3 pagi mereka udah sampe pasar gerlong dan mulai beres2 tempat dan mulai masak. jam 4-an udah mulai ada masakan yang mateng. asli keren banget dah. mereka ramah sangat, itu loh yang ga bisa dibeli dimana-mana, tegur sapa nya itu. “makasih ya, bu. makasih ya, pak” yang berbalas dengan “makasih ya, neng”-nya itu yang dm suka tiap selesai makan di sana.

sambel ajaib. seger banget kemangi sama tomat ijonya :)

sambel ajaib. seger banget kemangi sama tomat ijonya 🙂

dan yaaaa jawaranya mereka punya sambel yang sumpahnya bikin ketagihan. itu sambel paling eksotis yang pernah dm makan. pedes tapi seger. yumm.. rasanya sampai tertinggal di hati 🙂
tiap hari, masakan mereka sudah habis jam 10-11 an. kalau rame jam 9 juga udah habis. nah, setiap harinya sambel ini dibuat dua kali di cobek super besar.

**dm=dee=maya=aya==>orang yang sama.

cerita niriksha

jika pesta ulang tahun berarti ada undangan, ada orang-orang berkumpul, ada makanan, hadiah, balon dan kue tart. maka, ya, hari ini saya berulang tahun. setidaknya minus balon dan kue tart, hari ini saya benar-benar merasa sedang berulang tahun.

adalah dosen pembimbing lapangan saya di RDC Telkom, pak david gunawan, begitu nama beliau, sejak kemarin mengirimkan undangan ke divisi-divisi lain di RDC.
adalah saya, maya dewi mustika, mahasiswa ilmu komputer upi, sejak berbulan lalu sedang melaksanakan kerja praktek di sana.
kurang lebih begini bunyi undangannya:
Hadiri Launching dan Demo Niriksha
Hari Selasa, 1 Februari 2011, pukul 14.00 – 15.00 @ RR. RDI, Gd. Utama RDC lt. 3
Door Prize: Replika Kaos Timnas & Kue Keranjang

undangan buatan pak david

undangan buatan pak david

jadi ya, sodara-sodara pembaca setia blog si dm…
Niriksha v0.1 adalah nama portal web untuk video sharing dan video streaming di jaringan lokal RDC. Niriksha berasal dari bahasa sanskerta, artinya melihat atau menyaksikan. Niriksha versi “kerja praktek di RDC” ini menangani upload video, streaming dari ip-cam atau webcam, dan streaming dari file. video yang boleh di-upload terbatas hanya video dengan tema IT berbahasa indonesia, atau bersubtitle bahasa indonesia.

pak david lagi presentasi

pak david lagi presentasi

dan hey, itu beneran doooong orang-orang pada dateng ke lab. “nontonin” pak david dan saya presentasi tentang si Niriksha ini. pak david menjelaskan tentang latar belakang Niriksha ini, terus si saya menjelaskan hal-hal yang lebih teknis. di depan bapak-bapak dan ibu-ibu undangan, saya ber-blablabla soal Niriksha dan teknologi opensource di belakangnya. itu perasaannya campur aduk yaaa.. biasanya paling banter presentasi di depan dosen aja barang satu-dua orang. ini ya, alhamdulillah, ada 16 bapak-ibu, yang entah siapa, yang tentu saja pegawai telkom, yang harus saya hadapi.

tadinya saya pikir ini Niriksha ga bakal dipake. eh, ternyata dipake. malah pak david nyiapin promo khusus di RDC biar orang-orang pada ngapload ke portal video ini. yah, apalah artinya portal video kalau ga ada isinya, betull??

promo niriksha

promo niriksha

kue keranjang

kue keranjang

makanan

makanan

dan tentu saja terima kasih banyak untuk bram. terima kasih hey sebelum ini udah bikin riset tentang video streaming ini di lab jarkom :))

pengen nikah, biar dapet kompor gas dari pemerintah

itu aslinya judul di atas tidak mengada-ada. tepatnya tiba-tiba ada waktu saya pacaran sama ayang saya, ine.

gara-garanya teman kami, epiw, lusa mau nikah.

“jadinya beli kado apa, ay?”
“si epiw maunya kompor gas, ay.”
“wah. ntar juga dapet subsidi dari pemerintah.”
“iya gitu, ay?”
“bukannya tiap KK dapet ya, ay. nanti kan dia masuk KK baru kalo nikah.”
“masa sih?”
“ga tau. hahahaha…”

terus ya, tiap ada temen kami yang nikah, kami jadi kena sindrom ngomongin nikah2an -__-”

saya yakin ini bukan sindrom usia 21, aslinya.  maksud saya, kan wajar orang berencana tentang masa depannya. termasuk berencana menikah.

dan bukankah memang harus terencana? walaupun saya gak berencana untuk nikah besok, atau minggu depan…

rencananya saya nikah sama laki-laki soleh (amiiinn). ikhtiarnya tentu saja dengan menjadi wanita solehah (ehm.. ehm..).

visi misi pernikahan apa ya.. visi: keluarga surga. (keren ga?)

misinya… (mikir) ah yaaa bingung.. hahahaha..

pokonya ya, saya butuh partner yang bisa bantu saya ngapa-ngapain (kalo saya masak, ada yang mau makan masakan saya. kalo saya jerawatan, ada yang mau bayarin salon buat perawatan, hahaha..).

rumah saya nanti yaaa, punya pohon kersen di halaman rumahnya, punya sistem pengolahan sampah mandiri, punya apotek hidup. ga apa-apa ga mewah juga, asal dapur saya lengkap alat-alatnya.

rumah saya ga usah luas-luas, ga ada ruang khusus mushala juga ga apa-apa, suami saya nanti kan kalau solat ke masjid.

rumah saya nanti mungkin akan seperti rumah orang tua saya sekarang, banyak bukunya. nanti saya undang anak-anak tetangga untuk ikut baca. tetangga saya nanti bukan orang2 komplek yang kaya2, tapi keluarga2 desa yang bersahaja.

keluarga yang saya bangun nanti, harus bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya. bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi sesamanya. nanti saya mengedukasi tetangga2 saya bagaimana mengolah sampah yang baik. atau saya bikin kumpul ibu2 deh seminggu sekali, kita masak bareng yuk bu, bagi2 resep masakan yang sehat dan bergizi. atau nanti saya ajarin ngejait deh, bikin apa kek kita manfaatin kain2 sisa, terus hari minggu kita mejeng di kojengkang* bareng, hihihi.. (sepertinya harus dibuat kurikulumnya lebih detail lagi nanti). apalagi ya, apalagi ya. oh iya, nanti mungkin saya bisa sediain juga akses internet gratis di rumah 😛

hmmmm… udah ah segini dulu. bingung da mau nulisin apa lagi -___-”
bismillah. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi, Maha Pengasih, Maha Penyayang, tidak seorang hamba pun terlewat rejekinya.

*kojengkang, adalah nama pasar kaget di tasik. seperti bandung punya pasar di gasibu setiap minggunya.
*kata ine besoknya, “ay, kata teteh ine program kompor gas gratis dari pemerintah udah ngga ada.”

zerowaste ala anak kost

dulu, 3 tahun yang lalu kira-kira, saya pernah menolak kantong plastik di gramedia. tapi kasirnya bilang nanti dikira belum bayar sama satpam. lalu saya kalah, dengan pasrah bilang ya sudah ke mba kasir. ah sudah niat baik ini, saya pikir begitu.

beruntung sekarang di gramed ga gitu lagi. saya bisa nolak plastik dengan senang hati.

mungkin waktu itu mba kasir yang cantik berpikir, kan aneh udah belanja tapi ga pake keresek merk gramed. mungkin waktu itu mba kasir yang cantik berpikir saya akan susah menjelaskan kalo pak satpam ngira saya nyuri buku di sana karena bawa2 buku tapi ga dikeresekin. “kasian anak ini kalau harus ditangkap satpam,” pikir mba kasir cantik #ngarang #lebuy

mba kasir yang cantik, saya ga keberatan dikatain aneh kok, saya juga ga takut sama pa satpam kok.
mengurangi penggunaan plastik jadi kesenangan tersendiri buat saya. yes yes yes ga nyampah. girang bukan main hati saya kalau berhasil menolak keresek. di alfamart, di indomaret, di smm-dt, di warteg umi, di warung nasi bu mala, di tukang baso, di tukang gorengan, dimana-mana pokoknya.

sebagai anak kost, saya lebih sering beli makan di warteg. tapi saya ga terlalu suka kalau harus makan di tempat. apalagi kalau ga ada temen. saya makannya lama. sumpahnya. tanya temen saya yang namanya chipe, dulu waktu SMP dia rajin nungguin saya selesei makan di ruang makan sekolah.

beberapa alat tempur saya:

wadah air

wadah air

ini untuk bekal air ke kampus, biar ga beli yang botolan, biar saya ga menghasilkan sampah berupa botol bekas air mineral.
kalau beli jus juga pakai ini. yang masih sering lupa adalah diet sedotan. saya baru nyadar kemarin-kemarin sih pas baca cerita tentang  teh anil. sedotan yang kita pake di restoran atau tempat makan, hampir pasti hanya sekali pakai. artinya tingkat nyampahnya sangat tinggi.

wadah-wadah ajaib :)

wadah-wadah ajaib 🙂

nah, ini buat beli nasi sama lauk. gak jarang harus bawa lebih dari satu kalo beli lauk berkuah karena nasinya dipisah.
beli cilok juga saya pake ini, hehe.. beli gorengan juga. walaupun tukang gorengan pake kantong kertas tapi tetep aja saya lebih suka pake wadah sendiri. kertas juga kan sampah, dan lagi zat pemutih dari kertas bisa terurai juga loh kalau kena panas. oia, kertas nasi juga ternyata gak kalah bikin galau loh, cerita lengkapnya di sini.

tas kain

tas kain

ini buat belanja. beli sayuran ke pasar, beli ini-itu ke minimart. tas ini juga biasa dipake juga kalau bawa wadah banyak, malah bisa jadi kaya rantang gini:

"rantang"

"rantang"

tapi kadang perjuangan ga selalu mulus. pernah juga menemukan kondisi terpaksa harus menerima plastik (keresek). tapi tetep berjuang meminimalisir penggunaan plastik, terutama plastik sekali pakai.

kamu pikir mars dan venus bisa ditinggali? oh, ayolah. cuma bumi yang bisa menyediakan udara buat kita bernapas.
kamu pikir cuma superman yang bisa nyelametin bumi? atau, okelah, wiro sableng mungkin?
nay. non of them. it is YOU. US.

percayalah, setiap hal kecil itu berarti. setiap individu itu bisa berjuang dengan caranya sendiri.
bumi tidak minta ganti, untuk setiap inchi tanah yang kita jejak, untuk setiap liter udara yang kita hirup.
hayu. peka dan peduli.