Langit-Langit dan Tangga Kertas

“Emang anggaran negara yang 20% itu kemana, sih?” kata seorang teman saya setengah berteriak. Ada kesal dan kecewa dalam nada bicaranya, juga gemas dan sedih. Tidak tahu. Saya tidak tahu. Pun malas kami untuk sekedar menduga-duga. Berbincang tentang mahalnya pendidikan tinggi di negri ini mengaduk emosi kami sedemikian rupa. Ada sirkus apa lagi di negri ini?

“Itu duit berjuta-juta buat bayar apa, sih?” tanya teman saya lagi. Sekali lagi saya tidak tahu. Kenapa bangku kuliah bisa mahal selangit. Ya, selangit! Di kampus pendidikan, di kampus teknologi, semua sama saja. Beramai-ramai calon mahasiswa minta keringanan biaya. Ada juga yang mengurungkan niatnya untuk mengecap status paling agung sejagat pendidikan Indonesia itu: maha-siswa. Sejatinya engkaulah langit, wahai bangku kuliah, tak tersentuh walau seujung kuku..

Biarlah tetap langit dirimu itu, wahai kau yang bertajuk pendidikan tinggi. Tak kuasa kami mengubahmu.

Tapi langit-langit rumah saja, ya?

Negri ini memang menuntut penghuninya kreatif. Hayu.. Kita bahu-membahu bikin tangga buat sekedar bisa kesentuh itu langit-langit. Tangga kamu bentuknya bisa apa saja. Tangga koin, bahkan tangga kertas!

Kamu yang anak kuliahan, yuk beres-beres kosan yuk. Fotokopi-fotokopi diktat peninggalan zaman firaun yang sudah tidak terpakai dikumpulkan. Kamu yang anak sekolahan, kertas-kertas bekas ulangan dikumpul yuk. Bantu orang tua juga di rumah, beres-beres sambil memisahkan koran bekas.

Atau hey, adakah dosen atau guru yang ruang kerjanya sesak oleh kertas-kertas laporan dan makalah siswa? Dipilah yuk, yang sudah kadaluarsa dikilo saja. Dan itu hey kamu, aktivis-aktivis kampus, beres-beres sekre yuk cyinnn… Siapa tahu banyak dokumen yang sudah tidak terpakai, karton-karton bekas demo mungkin, daripada numpuk jadi sarang nyamuk.

Hayu.. Dikilo yuk kertas-kertasnya, dijual. Mamang pemulung untung, kosan/rumah/sekre jadi beres, uangnya bisa buat bantu orang. Nah, tiga kebaikan terlampaui, kan! Terus cobalah rada kepo sedikit, cari tahu siapa saja sih yang lagi mengumpulkan dana. Tim advokasi di himpunan pasti banyak yang lagi bingung tah nyari uang buat nebus mahasiswa baru.

Sekali lagi hey, hayu!

Kisah mereka dan langit-langitnya:

http://salmanitb.com/2011/07/pantaskah-kita-renungan-mahalnya-biaya-di-perguruan-tinggi-negeri/
http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/20/10261678/Nak.Urungkan.Niatmu.Jadi.Sarjana.
http://edukasi.kompasiana.com/2011/07/16/prihatin-jutaan-alumni-sma-tidak-bisa-kuliah/
http://salmanitb.com/2011/07/anis-balqis-akan-terus-berusaha/

melunakkan hati

menurut hadis yang teman saya baca tadi pagi, hanya dengan mengingat Allah lah hati kita akan lunak.

maka katanya kemudian, “aku harus sering ingat Allah kalau gitu.”

ya, kata saya.

mengingat Allah (dzikrullah) itu tidak melulu harus dengan wiridan (membaca kalimat tahmid, tahlil, takbir, tasbih) saja. iya betul, itu salah satu bentuk dzikrullah, tapi bukan hanya itu saja kaaan bentuk mengingat Allah itu 😉

lantas bagaimana perkara melunakkan hati ini?

kata saya ngasih usul, “bagaimana kalau kita biasakan mendoakan orang lain?”

begini alurnya: saat kita berdoa, berarti kita minta sama Allah kan –sama siapa lagi?– maka saat berdoa, otomatis kita jadi mengingat Allah kan? nah, dengan berdoa, kita juga jadi terasah kalau kita ya hanya makhluk, mau nyombongin apa coba, orang Yang Maha Segalanya itu bukan kita.

nah, lalu siapa saja yang mesti didoakan ini?

ya siapa saja. supir angkot yang walaupun macet tetap ngasih kamu uang kembalian dengan nominal yang tepat. ya Allah, sesungguhnya selama macet tadi bapak ini telah bersabar, maka permudahlah urusan rizkinya, amin. atau kamu nguping sekelompok ababil ga lebay-lebay amat ngomongin ujian masuk PTN, itu juga doakan saja lulus. atau kamu beli lotek terus si ibu loteknya ternyata super ramah, berdoalah semoga lotek si ibu cepat laku, dan makin enak dari hari ke hari, amin.

ya siapa sajalah, yang sekiranya kelihatan, didoakan saja yang baik-baik. sampai kamu terlatih, dan tanpa pake presto pun lunak sudah hatimu karenanya.

sstt..
kalau kamu berdoa untuk orang lain tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan, malaikat akan mengamininya dan mendoakan hal yang sama buat kamu. that would be great, right? didoakan malaikat dong. ini kata hadis loh, bukan kata saya. tapi lupa perawinya siapa, hehe.. cari sendiri lah ya.

mari mengingat Allah, mari berdoa, mari melunakkan hati 😉