the day i marry my best friend

“tanggal 12, ya?”

“kenapa?”

“bu ainun sama pak habibie nikah tanggal 12 mei loh.”

“kita bikin sejarah kita sendiri aja.”

mei, bulan yang keluarga maya pilih. 19, tanggal yang keluarga bram pilih. 19 mei 2012, maya dan bram menikah, mencatatkan sejarah bersama.

kami berada di kelas yang sama sejak 2007, tapi bahkan tidak saling mengenal satu sama lain sampai 2 tahun lamanya. tidak saling menyapa, sekedar tahu saja.

kisah kami ya begitu saja. bagaimana mula berteman baik lupa persisnya. dua pribadi yang sangat bertolak belakang, dibesarkan dengan cara yang sama sekali berbeda. maya mudah menangis, sementara bram mudah marah. maya tidak banyak bercerita, sementara bram kisahnya tak pernah habis persediaan. maya susah makan, sementara bram susah berhenti makan. maya akrab dengan EYD, sementara bram selalu saja salah eja.

setelah beberapa perbincangan dengan orang tua, maya memutuskan berproses untuk menikah pada bulan desember 2011. iya, itu si maya duluan yang ngajak bram nikah.

mungkin bram kaget karena maya tiba-tiba ngajak nikah. yang lebih kaget lagi mungkin keluarga bram, anak laki-lakinya tiba-tiba minta nikah πŸ˜€

tidak ada perasaan membuncah seperti di film-film drama yang biasa maya tonton. keputusan untuk menikah diwarnai perasaan tenang, malah cenderung ‘terlalu tiis’ kalau menurut beberapa orang teman.

sempat merasa agak sinetron ketika ternyata keluarga bram tidak bisa meng-acc pernikahan anaknya dalam waktu dekat. pasrah sudah maya.

tapi rupanya sailormoon benar, “ini keajaiban alam, aku mempercayainya.” rumah maya tiba-tiba kedatangan keripik pisang aneka rasa, kopi lampung, kerupuk ikan tenggiri, dan sepasang ibu dan bapak calon mertua, beserta anak laki-lakinya tentu saja. dua keluarga bertemu pada bulan maret itu, akhirnya. tapi tanpa maya!

mungkin itu yang namanya lamaran. dan maya tidak menghadiri acara lamarannya sendiri.

setelah itu, maya semakin rajin berdoa agar dihindarkan dari dosa-dosa ekologis. dosa pada bumi tercinta.

bahkan bapak maya bilang maya terlalu mengada-ngada dengan tidak mau pake air minum dalam kemasan. atau bahasa lumrahnya, aqua gelas. ibunya maya bahkan sempat bilang tidak apa-apa pakai piring kertas. ah, tapi sungguh dosa ekologis itu mengerikan. tapi untungnya lama-lama mengerti juga.

beruntung pula Riung Gunung mau membantu mewujudkan keinginan maya yang ‘aneh-aneh’.

maaf ya, tidak ada buah potong seperti di pesta-pesta pernikahan lain. Riung Gunung tidak punya cukup pisin beling untuk menggantikan piring-piring kertas. tapi semoga jus buah yang disediakan bisa teman-teman terima dengan bahagia.

maya dan bram masih harus cari akal menghindari penggunaan tisu. lalu si maya tiba-tiba punya cita-cita pengen bikin selimut, taplak meja, dan peralatan rumah lainnya dengan kerajinan patchwork. dibelilah banyak kain, dipotong-potong, dijadikan serbet untuk tamu. baru kemudian akan dicuci dan jadi bahan kerajinan patchwork maya πŸ˜€

meski belum bisa sepenuhnya membuat pernikahan yang nol sampah, tapi kami senang karena telah mengusahakannya sebaik mungkin.

suasana akad πŸ™‚

dan ya begitulah. maya dan bram telah menikah kini.

terima kasih terbaik kami untuk teman-teman yang telah turut berbahagia. doa-doa dari kalian sungguh melipatgandakan kebahagiaan kami.

doakan kami agar tetap lurus di jalan-Nya dan senantiasa ada dalam ridha dan keberkahan-Nya.

26 thoughts on “the day i marry my best friend

  1. Aamiin May :). Sayangilah setiap orang-orang yang kita sayangi, jagalah dengan baik, agar Tuhan meminjamkan mereka lebih lama pada kita :). Semoga keluarga kalian benar-benar menjadi keluarga yang menenangkan hati :). Keluarga yang menenangkan hati biasanya diperoleh dari adanya istri yang sabar dan suami yang bijaksana :).

  2. Aaamiin..
    makasih loh teh DM udah ngajarin bisnis bebas sampah πŸ™‚ dan saya bangga teh DM bisa full istiqomah (semoga saya juga). ajarin terus saya ya teh.
    Yukkk mari jaga jangan sampai setengah diin yang udah full-charge ini malah low lagi dan mari sempurnakan yang setengahnya lagi πŸ˜€ insya Alloh!

  3. Permintaan kamu nggak aneh-aneh kok. Sebagai korlap catering, aku lebih lega ketika di akhir acara, nggak ada sampah plastik yang menggunung. Dan itu bikin lega luar biasa, ketimbang acara-acara sebelumnya. Perasaan lega karena kami udah berbisnis dengan fair terhadap bumi dengan gak banyak nyampah plastik yang susah terurai itu. Saya suka euy, berbisnis itu seharusnya nggak menyiksa bumi… Terimakasih ya… Semoga bisa seterusnya seperti itu πŸ™‚

  4. what a lovely wedding teh maya..
    its time for us to be the “zero waste people”
    jadi terinspirasi untuk pernikahan idamanku nanti hihihi..
    nuhun teh maya πŸ™‚

  5. Hai.. kenalin saya yogi. It is so “wowww!!” ketika baca awal2 tulisan ini. Sebuah permintaan yang tidak biasa untuk membuat eco-friendly marriage celebration. Sempat berpikir “apa yang melatarbelakangi kamu membuat segalanya ramah lingkungan, di tengah perspektif mainstream acara pernikahan harus gemerlap dan apapun dihabiskan, termasuk kertas. Saya sangat mengapresiasinya.

    Kedua, saya mulai agak aneh ketika, membaca kripik pisang cokelat,dll. Wah, itu makanan khas daerah saya. Saya orang Lampung.

    Dan yang bikin saya sangat terharu adalah Bram yang kamu ceritakan adalah Bram temen kelas saya SMA, kelas XiI-XII dan teman kosan satu tahun pertama di Bandung. Aku tau kalian nikah dari statusnya Ibnu. Tidak ada kabar sebelumnya. Dan terakhir ketemu si Brem (begitulah anak2 kelasku menyebutnya) itu sudah lama sekali dan nggak tau dia udah lulus atau belum.

    Congratulation Maya, congratulation Brem……
    πŸ™‚
    Hahaha…. bener banget dia nggak bakal kehabisan stok cerita… ..

    • halo yogi. hehhe.. dosa ekologis itu sangat mengerikan bagi kami, ini cuma bagian dari usaha kami aja, walaupun pada akhirnya ternyata belum bisa sepenuhnya zero waste.

      oh iya, bram belum lulus, doakan aja ya πŸ™‚

      makasih yogi πŸ™‚

  6. ya saya ingat kalian berdua waktu masih kuliah dulu,
    waktu makan di suji,, waktu di lab, dan waktu di teras ilkom,,,

    gak nyangka…… itu lah membuat saya tak karuan kenapa saya belum juga ini,, hehehe

  7. Assalamualaikum, maya. Perkenalkan ini Teh Lilis, Pend B. Inggris 02 UPI yg lulus thn 2007, adik teteh jg ada di bahasa prancis angkatan 2007 lulus oktober 2012 lalu, teteh hadir di wisudanya (skrg teteh di Sumbar), kalo kamu pernah denger Surau Awak, kami tinggal disana dulu, dan ada anak ilkom Lucianda namanya *skrg dia ngajar di Sijunjung Sumbar. ceritamu ini sangat menginspirasi, berandai baca tulisanmu ini teteh belum nikah *hehe, betul-betul patut ditiru. Thanks udah sharing ya πŸ™‚

    • wa’alaykumussalam.
      salam kenal juga teh lilis. alhamdulillah nambah temen nih, kapan2 saya pengen main ke sumbar ah πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s