#ilkomunite

sisa beberapa hari saja sampai saya dinyatakan lulus dari sini (amin).

saya cuma mahasiswa yang diharapkan dosen2 cepat lulus saja, karena jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu menjadi poin yang dipertimbangkan dalam akreditasi. saya menghabiskan waktu kuliah 4 tahun 2 bulan. cukup lah ya, ga kecepetan, ga kelamaan, untuk ukuran saya.

tahun ke-5 saya di sini, kerjaan saya banyaknya ngurusin dokumen. semacam skripsi dan kawan2nya.

lalu tiba-tiba ramai diperbincangkan masalah kemakom dan non-kemakom.
bah, apa pula itu. sebagai angkatan yang sudah diharapkan meninggalkan ilkom, udah lama saya ga ngikutin kegiatan kemahasiswaan di ilkom.

apa itu namanya Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa, yang gitu-gitu saya emang ga terlalu paham. yang saya tau di jurusan tempat saya kuliah mah namanya Kemakom, Keluarga Mahasiswa Ilmu Komputer.

dari hasil kepo ke adik2 tingkat, ada dua pihak utama yang sebenarnya damai-damai aja, tapi seolah digambarkan berseteru.

pihak pertama adalah kubu yang beranggapan bahwa yang namanya kemakom itu ya semua mahasiswa ilkom, bukan hanya pengurusnya saja. pihak pertama ini secara umum diwakili oleh orang-orang yang memang adalah pengurus kemakom.

pihak kedua adalah kubu yang pernah merasa dikecewakan oleh pengurus kemakom. umumnya kubu ini adalah orang-orang yang tidak mengikuti alur kaderisasi yang ditentukan pengurus kemakom saat mereka masih mahasiswa baru. pas saya ngobrol2 sama orang2 ini, jiwa mereka mah ilkom banget, ga diragukan lah mereka ini bagian dari keluarga mahasiswa ilkom. hanya memang kekecewaan itu sedikit banyak menimbulkan ketidakpercayaan terhadap pengurus kemakom.

kenapa tadi saya bilang kedua pihak ini sebenarnya damai-damai saja? orang-orang yang dicap non-kemakom ga pernah melakukan hal-hal macam bikin kemakom tandingan gitu, atau ngeboikot acara2 yang diadakan pengurus kemakom. dua pihak ini juga ga pernah saling adu golok.

lantas di bagian mana berseterunya?
kalau buat saya, sebagai orang yang mengamati di balik kacamata minus tiga, sebagai orang yang hidup berdampingan dengan pihak-pihak yang saya ceritakan tadi, tidak ada perseteruan, hanya ada masalah di pelabelan mahasiswa.

kata “kemakom” yang umum dipahami diantara kami memiliki arti “pengurus kemakom”. sehingganya ada yang merasa “orang kemakom” ada juga yang “bukan kemakom”, padahal intinya sama aja anak ilkom.

ada juga label “anggota biasa” untuk anak ilkom yang lulus kaderisasi kemakom pas tingkat awal, dengan sendirinya ada juga “bukan anggota biasa”. padahal, ya sama aja anak ilkom juga.

nama-nama itu jadinya, kalo buat saya, apa banget sih, ya intinya juga ilkom-ilkom juga kan.

tapi itu kan kata saya yah, hehe 😛

ada memang yang beranggapan bahwa nama “kemakom” itu penting dan harus merasa dimiliki oleh semua mahasiswa ilkom. saat kata “kemakom” masih identik dengan kata “pengurus kemakom”, lagi-lagi menurut saya, akan susah memaksakan sense of belonging mahasiswa ilkom terhadap kata “kemakom” itu sendiri. jadi ya ga usah saling memaksakan, toh di keluarga beneran juga tiap anggota keluarga ga mesti sama.

dengan nama itu atau tidak, hayulah yang penting #ilkomunite.

Avagata Press Release

[Tentang Avagata]

Avagata adalah adalah sebuah distribusi GNU/Linux (distro) yang bersifat open source. Avagata dikembangkan oleh POSS UPI Bandung. Avagata berasal dari bahasa sanskerta yang memiliki arti orang-orang terpelajar. Sejalan dengan namanya, Avagata dirancang sebagai distro yang memiliki kekhususan menyediakan konten pendidikan.

Sasaran pengguna Avagata adalah sekolah-sekolah di Indonesia. Pada umumnya, infrastruktur komputer di sekolah-sekolah berspesifikasi menengah kebawah. Untuk itu, Avagata didesain ringan sehingga bisa berjalan optimal pada komputer dengan spesifikasi rendah.

[Avagata Hydrogen Beta Release]

tampilan desktop Avagata Hydrogen Beta Release

Pada versi pertama, tim pengembang Avagata menggunakan nama kode “Hydrogen”. Hydrogen adalah unsur pertama pada tabel periodik unsur kimia. Hydrogen memiliki sifat yang mudah terbakar, ringan dan melimpah di dunia. Harapan kami, rilis kali ini memiliki sifat-sifat tersebut yaitu mudah digunakan, ringan ketika berjalan di berbagai spesifikasi komputer dan memiliki banyak pengguna.

Pada rilis beta ini, Avagata masih bersifat demo. Pengguna hanya bisa mencoba Avagata lewat fitur Live CD tanpa perlu menginstalnya pada komputer. Avagata Hydrogen Beta Release ini dilakukan dalam rangka memeriahkan pameran ICT di halaman Gedung Sate pada hari ulang tahun Jawa Barat, 17 September lalu.

Pengembangan Avagata tentu saja tidak berhenti sampai tahap demo saja. Tim pengembang Avagata telah menyiapkan agenda pengembangan yang akan dilaksanakan.

[Agenda Tim Pengembang Avagata]

Avagata sejatinya adalah persembahan POSS UPI untuk dunia pendidikan Indonesia. Kami meyakini bahwa salah satu peran teknologi informasi adalah untuk memudahkan siapapun pelajar di Indonesia ini meraih ilmu seluas-luasnya.

Tim Pengembang Avagata memiliki 2 agenda utama yang akan dijalankan:

  1. Riset dan Pengembangan (Oktober-November 2011)
    Teknologi adalah hal yang senantiasa berkembang. Kegiatan riset dan pengembangan akan terus dilakukan untuk menyempurnakan Avagata agar tetap bisa memberikan yang terbaik bagi penggunanya.
  2. Sosialisasi dan Implementasi (Waktu dan tempat ditentukan kemudian)
    Secanggih apapun teknologi adalah percuma jika tidak ada yang menggunakannya. Untuk tahap awal, program sosialisasi dan implementasi ditargetkan memiliki paling tidak satu sekolah dulu untuk ditangani optimasi infrastrukturnya dengan Avagata.

[Tentang Open Source Software (OSS)]

Open Source Software, atau perangkat lunak sumber terbuka, adalah perangkat lunak yang terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan dan disebarluaskan. Karena sifat ini, umumnya pengembangannya dilakukan oleh komunitas yang bertujuan mengembangkan perangkat lunak bersangkutan.

Karena dikembangkan oleh komunitas, perkembangan OSS sangatlah pesat. Umumnya komunitas-komunitas OSS mengembangkan OSS karena hobi dan dilakukan dengan sukarela, namun tidak menutup kemungkinan pengembang OSS bekerja secara profesional.

Produk perangkat lunak yang dihasilkan para pengembang ini biasanya bersifat bebas dengan tetap menganut kaidah dan etika tertentu. OSS dirasa cocok untuk diterapkan di Indonesia karena selain biayanya jauh lebih murah daripada perangkat lunak proprietary (berkepemilikan), OSS dapat dikostumisasi lebih bebas sesuai kebutuhan.

[Tentang POSS UPI]

Indonesia, Go Open Source! disingkat IGOS adalah sebuah semangat gerakan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan Open Source Software di Indonesia. Semangat IGOS-lah yang melandasi POSS UPI (Pendayagunaan Open Source Software Universitas Pendidikan Indonesia).

POSS UPI merupakan organisasi perkumpulan pencinta open source, baik pengguna maupun pengembang  open source di kalangan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). POSS UPI didirikan pada tanggal 9 Juli 2009. Kegiatan yang telah diselenggarakan POSS UPI adalah pelatihan–pelatihan open source dan penelitian serta pengembangan terhadap open source.

[Bagaimana Anda bisa ikut berkontribusi?]

Untuk mendukung agenda yang telah kami rancang, kami mengikuti usulan dana hibah proyek sosial dari Bank Syariah Mandiri.

Teman-teman bisa ikut berkontribusi dengan 4 cara:

  1. Cara 1, menautkan usulan ke twitter;
  2. Cara 2, mengklik tombol Facebook Like;
  3. Cara 3, meng-klik tombil bertanda jempol;
  4. Cara 4, memberikan komentar positif, bila perlu.

Masing-masing cara tersebut memiliki bobot berbeda. Cara 1 memiliki bobot tertinggi, diikuti Cara 2, Cara 3, dan Cara 4. Sebagai informasi, Cara 4 memiliki bobot yang sangat kecil. Nilai akhir adalah kombinasi dari ke-empat cara tersebut.

Usulan proyek Avagata terdapat di http://www.syariahmandiri.co.id/bsm-care/usulan-anda/pendidikan/avagata/

[Kontak Kami]

POSS UPI bermarkas di Gedung FPMIPA-C, Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan dr. Setiabudi no 229, Bandung.

Tim pengembang Avagata bisa dihubungi melalui YM! di:

scooter_retro (Zia) | freez_meinster (Bram)

Feel free to share or reblog this post 🙂

[Galeri Avagata Hydrogen Beta Release]

Tim POSS UPI, CLSC dan EDU247 satu stand sebagai wakil dari UPI :)

Tim POSS UPI, CLSC dan EDU247 satu stand sebagai wakil dari UPI 🙂

menyiapkan CD-CD Avagata Hydrogen untuk dibagikan gratis ke pengunjung 😀

ngobrol dengan Pak Eko dari Diskominfo Jabar tentang pengembangan Distro Avagata.

have you mooed today?

sebelum posting liputan markinon, iseng ah posting ini dulu..

kalau kamu pengguna ubuntu coba deh buka terminal terus ketik perintah ini..

apt-get moo

nah, nanti bakal muncul seperti di bawah ini.

hihihi.. ubuntu lucu ya 🙂

kalo diliat-liat itu terminalnya agak transparan, saya bikin skrinsyutnya diatas paper yang lagi dibaca.

ngomong2 skripsi saya sepertinya akan bertema jaringan komputer, lebih spesifik lagi tentang teknologi Wake-up on LAN.

doakan ya 😉

merah kuning hijauuuu

jadi yah, saya disuruh bikin program ramalan buat main-mainan di henpun.

orang2 make jodiak, si saya make warna ajalah. algoritma ramalan nya juga simpel pisan.

merah kuning hijau apa kata warna kamu dan pasangan kamu (hiyaaaa geuleuh pisannn).

ini program dibuat pake j2me, jadi kalo henpun kamu mendukung java, bisa tah ini program ramalan di-install di henpun kamu. hahahahha.

karena layanan gratis wordpress gabisa naro file.jar, jadi saya akalin jadi .jar.odt

nanti kalo udah download dari sini, di rename dulu yah tadinya ramalanwarna.jar.odt jadi ramalanwarna.jar

nah, terus kirim via bluetooth ke henpun kamu, nanti dia otomatis nginstall sendiri 🙂

kalau mau nyoba bikin sendiri, ini source code nyaaaa..


import javax.microedition.midlet.*;
import javax.microedition.lcdui.*;

public class RamalWarna extends MIDlet implements CommandListener {
private Display display;
private Form fmMain,fmHasil;
private TextField textNama1,textNama2;
private Command cmExit,cmRamal,cmBack;
private Command okAllert = new Command("OK",Command.EXIT,3);
private ChoiceGroup warna1, warna2;
private String textRamal;

public RamalWarna(){
display = Display.getDisplay(this);
fmMain = new Form("Ramalan Warna");
fmHasil = new Form ("Hasil Ramalan :");

textNama1 = new TextField("Namamu",null,50,TextField.ANY);
textNama2 = new TextField("Nama Doi",null,50,TextField.ANY);

warna1 = new ChoiceGroup("warna fav kamu",Choice.POPUP);
warna1.append("merah", null);
warna1.append("hijau", null);
warna1.append("kuning", null);
warna1.append("biru", null);
warna1.append("hitam", null);
warna1.append("ungu", null);
warna1.append("putih", null);

warna2 = new ChoiceGroup("warna fav doi",Choice.POPUP);
warna2.append("merah", null);
warna2.append("hijau", null);
warna2.append("kuning", null);
warna2.append("biru", null);
warna2.append("hitam", null);
warna2.append("ungu", null);
warna2.append("putih", null);

cmExit = new Command("Keluar", Command.EXIT, 1);
cmRamal = new Command("Ramal", Command.OK, 2);
cmBack = new Command("Kembali",Command.BACK,3);

fmMain.append(textNama1);
fmMain.append(warna1);
fmMain.append(textNama2);
fmMain.append(warna2);

fmMain.addCommand(cmExit);
fmMain.addCommand(cmRamal);
fmMain.setCommandListener(this);

}

public void startApp() {
display.setCurrent(fmMain);
}

public void pauseApp() {
}

public void destroyApp(boolean unconditional) {
notifyDestroyed();
}

public void commandAction(Command c, Displayable d) {
if(c == cmExit){
destroyApp(true);
}else if (c == cmRamal){
ramal();
}else if(c == okAllert){
display.setCurrent(fmMain);
}else if(c == cmBack){
display.setCurrent(fmMain);
fmHasil.deleteAll();
}
}

private boolean cekDataNama(){

boolean hasil = false;

if ((textNama1.getString().length() != 0)
&&(textNama2.getString().length() != 0)){
hasil = true;
}
return hasil;
}

private void ramal(){
if (cekDataNama() == false){
alertkosong("belum lengkap","namanya diisi donk! ");
}else proses();
}

private void alertkosong(String title,String msg) {
Alert alert = new Alert(title,msg,null,AlertType.INFO);
alert.addCommand(okAllert);
alert.setCommandListener(this);
display.setCurrent(alert);
}

private void proses() {

int w1= warna1.getSelectedIndex();
int w2= warna2.getSelectedIndex();

if ((w1+w2) == 0) {
textRamal = "kecocokan kalian 80% \nsedikit terjadi pertengkaran karena pasangan kamu cenderung menghindari konfrontasi.\nbtw, pasangan kamu romantis ya.";
}else if  ((w1+w2) == 1) {
textRamal = "kecocokan kalian 60% \nkalian pasangan yang menyenangkan ya. hubungan kalian lancar-lancar aja, tapi harus lebih banyak habiskan waktu bersama.";
} else if ((w1+w2) == 2) {
textRamal = "kecocokan kalian 30% \nhubungan kalian sedikit sulit, akan ada sedikit kerikil menghadang. memang dia menarik, tapi kalau ngambek melulu buat apa coba?";
} else if ((w1+w2) == 3) {
textRamal = "kecocokan kalian 90% \nsedikit sekali ada pertengkaran dalam hubungan kalian. sikap dia yang idealis mungkin salah satu yang membuat kamu jatuh cinta.";
} else if ((w1+w2) == 4) {
textRamal = "kecocokan kalian 40% \nwalaupun dia tidak emosional, dia mudah ikut alur dan susah didekati.";
} else if ((w1+w2) == 5) {
textRamal = "kecocokan kalian 50% \nsi dia mungkin sedikit egois, tapi kalau sudah jatuh cinta mau gimana lagi.";
} else if ((w1+w2) == 6) {
textRamal = "kecocokan kalian 85% \nkalian sangat cocok, saling melengkapi walaupun kadang suka bertengkar.";
}else if  ((w1+w2) == 7) {
textRamal = "kecocokan kalian 70% \nwalaupun sering ribt, sebenarnya kalian saling mencintai, coba untuk nggak terlalu emosional";
} else if ((w1+w2) == 8) {
textRamal = "kecocokan kalian 65% \nhubungan yang didasari saling menghargai, optimisme, dan ketabahan akan membawa kebahagiaan.";
} else if ((w1+w2) == 9) {
textRamal = "kecocokan kalian 55% \nbiarin aja dia kalau lagi ngambek, nanti juga baikan lagi, kamu yang sabar aja.";
} else if ((w1+w2) == 10) {
textRamal = "kecocokan kalian 80% \nkalau kesalahan dia nggak bisa kamu maafin, kamu ga bisa dapet kebaikan dia yang lebih besar lagi dari sekedar kesalahannya yang kecil.";
} else if ((w1+w2) == 11) {
textRamal = "kecocokan kalian 45% \nkamunya ga usah cemburuan, dia cinta mati kok sama kamu.";
} else if ((w1+w2) == 12) {
textRamal = "kecocokan kalian 60% \nsesekali kamu dong yang ngalah, kalau emang cinta ya tunjukin";
}

String ramalTot = null;
ramalTot = "Halo " + textNama1.getString() + "\nwarna favorit kamu adalah " + warna1.getString(w1) + ".\n" + "Warna favorit pasangan kamu adalah " + warna2.getString(w2) + ".\n\n" + "Kamu sama " + textNama2.getString() + "\n" + textRamal + "\n\n" + "Tapi yakin aja, kalau udah usaha pasti dapet hasil yang setimpal..\n\n\n";

fmHasil.append(ramalTot);
fmHasil.addCommand(cmBack);
fmHasil.setCommandListener(this);
display.setCurrent(fmHasil);

}

}

Pembenaran yang Tidak Berlaku Lagi

Penggunaan perangkat lunak ilegal juga terjadi di Salman. Bagaimana pendapat para pakar IT mengenai hal ini?

Dijumpai saat menghadiri Ubuntu 10.04 Release Party (3/5) yang diselenggarakan POSS UPI (Pendayagunaan Open Source Software UPI), Eko Mursito dan Eko Nurdiyanto turut memberikan pendapat. Kedua Eko ini merupakan pegiat IGOS (Indonesia Go Open Source) Center Bandung.

“Urgensinya buat Salman jelas, halal,” ujar Eko Mursito, Pembina IGOS Center Bandung yang juga Kepala POSS ITB ini.

Lebih lanjut Eko Mursito mengungkapkan bahwa perasaan waktu menggunakan perangkat lunak legal itu berbeda. “Pertama perasaan bahwa saya tidak mencuri, yang kedua perasaan bangga karena menggunakan barang legal,” tutur Dosen Teknik Fisika ITB ini.

“Ya itu aja sih kalau buat saya pribadi, ngerasa nggak dosa kalau mau ngapa-ngapain. Kaya kalau kita menikah,” canda Eko Mursito.

Ditanya mengenai fakta penggunaan perangkat lunak ilegal masih marak terjadi, Eko Mursito berpendapat hal itu memang terjadi karena masalah ketersediaan. “Lha wong yang adanya itu kan, memang nggak ada pilihan.”

Kalau memang sudah tidak ada pilihan, yang haram pun bisa halal. Tapi kalau sudah ada pilihan, pembenaran itu tidak berlaku lagi.

Proprietary Atau Open Source Sama Saja

Pilihan untuk masyarakat jika ingin menggunakan perangkat lunak legal adalah dengan membelinya. Namun demikian hal ini masih menjadi kendala terkait harga perangkat lunak proprietary (berpemilik) yang terbilang tinggi.

Pilihan lain adalah dengan menggunakan perangkat lunak open source. Berbeda dengan perangkat lunak proprietary, perangkat lunak open source berlisensi GPL (General Public Lisence). Dengan lisensi ini memungkinkan orang untuk menggunakan, mendistribusikan, memodifikasi, mengadaptasi dan memperbaiki perangkat lunak tanpa harus membayar.

Di masyarakat sendiri berkembang paradigma kalau menggunakan perangkat lunak open source itu sulit. “Kalau masih bilang gitu berarti masih kuno,” ujar Eko Mursito.

Eko Mursito kemudian memberikan dua contoh yang dialaminya sendiri. “Saya biasa pakai Microsoft office 2003, begitu keluar versi 2007 saya malas belajar. Akhirnya sampai sekarang saya masih pakai yang 2003. Terus anak saya, dia biasa pakai linux. Begitu anak saya lihat Windows Vista, dia bilangnya itu mirip linux.”

Eko Nurdiyanto, Technical Manager IGOS Center Bandung, berpendapat senada. “Kata siapa open source susah? Orang juga pake Windows kan nggak langsung bisa, tapi belajar dulu. Tetap meraba-raba juga pada awalnya.”

Menggunakan perangkat lunak proprietary atau open source sama saja. Harus percaya diri dan punya semangat mengeksplor.

Eko Mursito menambahkan bahwa perangkat lunak tidak terbatas hanya sistem operasi saja. Jika sudah menggunakan sistem operasi yang proprietary, didalamnya masih bisa dipasang aplikasi yang sifatnya freeware. Freeware bisa diunduh dengan mudah di internet.

Masalah Mental dan Budaya

Pembenaran yang sering terjadi di masyarakat diyakini kedua narasumber ini sebagai masalah mental dan budaya.

“Ada kepala sekolah yang bilang ngapain susah-susah pakai open source, orang Windows aja udah banyak. Emang ada polisi yang bakal ngerazia sekolah?” ujar Eko Nurdiyanto membagi pengalamannya pada sebuah acara workshop bersama kepala sekolah dan guru TIK.

Eko Nurdiyanto melanjutkan, masalah utama ada pada aspek legalitas. Kalau membeli tidak masalah, kalau membajak lain lagi ceritanya. “Itu sama saja tidak mendidik, mendidik kan harus dengan cara yang benar. Mungkin banyak orang yang tidak peduli karena belum pernah merasakan hasil karyanya dibajak oleh orang lain.”

Eko Mursito menambahkan, masalah memang ada di mental masyarakat. Kalau mau menunggu penegakan hukum susah. “Lihat saja di jalanan banyak motor naik trotoar, polisinya nggak akan sempat. Balik lagi ke mental masyarakatnya.”

Keduanya juga berpendapat sama bahwa ini merupakan tugas kita bersama untuk mengedukasi masyarakat dan menanamkan keyakinan untuk menghargai hasil karya orang lain.

Budhiana Kartawijaya: “Kita tidak boleh mencuri”

Salman sebagai masjid kampus merupakan lembaga yang mendorong orang untuk produktif dan mandiri. “Semangatnya sudah sejalan dengan semangat open source”, ujar Budhiana Kartawijaya, Ketua Divisi Pengkajian dan Penerbitan YPM Salman ITB.

Budhiana mengakui fakta bahwa penggunaan perangkat lunak ilegal memang masih banyak terjadi di Salman. Budhiana mengungkapkan ingin mengatasi masalah ini, namun belum ada lembaga khusus yang menangani.

Kita tidak boleh mencuri,” ujar Budhiana. Budhiana setuju untuk mendorong unit-unit kegiatan di Salman untuk menghargai aspek legalitas ini. “Apalagi Indonesia sudah meratifikasi konvensi internasional dalam bidang hak cipta,” tambah Budhiana.

Sampai akhir tahun ini, Salman mempunyai target untuk menata kultur unit-unitnya supaya aktif membuat informasi. Setiap unit diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, namun juga sebagai produsen informasi. Setelah kultur ini terbangun, penanaman pemahaman pentingnya legallitas dalam menggunakan perangkat lunak dirasa akan lebih mudah.

Budhiana menuturkan, Salman mungkin akan membeli lisensi atau menggunakan perangkat lunak open source. Tidak menutup kemungkinan juga melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti IGOS.

Prodi Ilkom and POSS UPI Presents: Ubuntu 10.04 Release Party

see how purple lucid will be :)

ubuntu 10.04 release party

ini poster versi beta sih. nampak acara ini akan GRATIS, karena uang baru turun dari pa yudi, hehehe 😉

karena judulnya party, harus ada balon dunk???
*pesta-ulang-taun-anak2-minded
yosh, this will be a REAL party. come join us on Monday at Gedung Ilmu Komputer 🙂

tiada kesan tanpa kehadiranmu :-*

see how purple lucid will be..

Latihan Simplexx

Maya Dewi Mustika-0700110-C1

🙂

Jawaban Latihan Simplex Buku Operation Research Halaman 75

Nomer 2

kanonik

baris 0 … z – 6x1 – 7,5x2 = 0

baris 1 … 7x1 + 3x2 + s1 = 210

baris 2 … 6x1 + 12x2 +s2 = 180

baris 3 … 4x2 + s3 = 120

BV = {z, s1, s2, s3}

NBV = {x1, x2}

BFS → z = 0, s1 = 210, s2 = 180, s3 = 120, x1 = x2 = 0

Jika seluruh NBV pada baris 0 mempunyai koefisien yang berharga non-positif (berharga negatif atau nol), maka BFS sudah optimal, jadi solusinya sebagai berikut:

BV z x1 x2 s1 s2 s3 solusi
Z 1 -6 -7,5 0 0 0 0
s1 0 7 3 1 0 0 210
s2 0 6 12 0 1 0 180
s3 0 0 4 0 0 1 120

Nomer 3

x = sabun bubuk; y = sabun batang;

FT = 3x + 2y; 2x + 5y <= 200; 6x + 3y <= 360; x, y >= 0;

Kanonik

Baris 0 … z – 3x – 2y        = 0          → paling negatif koef. x

Baris 1 …      2x + 5y + s1 = 200

Baris 2 …      2x + y        + s2 = 120    → fungsi pembatas nya diperkecil (dibagi 3)

Rasio

Baris 1 … 200 : 2 = 100

Baris 2 … 120 : 2 = 60  → terkecil, NBV

ERO

ERO 1: x = 1 pada baris 2

x + 0,5y + 0,5 s2 = 60         … (1)

ERO 2: x = 0 pada baris 0

z – 3x – 2y                          = 0

3x + 1,5y + 1,5 s2 = 180 +                  … 3*(1)

z –          0,5y + 1,5 s2 = 180

ERO 3: x = 0 pada baris 1

2x + 5y + s1 = 200

2x + y         + s2 = 120 – …2*(1)

4y+ s1 – s2 = 80

Kanonik baru

Baris 0 … z         – 0,5y      + 1,5 s2 = 180     →paling negatif koef y

Baris 1 …                4y + s1 – s2 = 80

Baris 2 …        x + 0,5y        + 0,5 s2 = 60

BFS → z = 180; x = 60; s1 = 80;

Rasio

Baris 1 … 80 : 4 = 20 →NBV

Baris 2 … 60 : 0,5 = 120

ERO

ERO 1: y =1 pada baris 1

4y + s1 – s2 = 80 → y + 0,25s1 – 0,25s2 = 20        … (2)

ERO 2: y = 0 pada baris 0

z– 0,5y +                      1,5s2 = 180

0,5y + 0,125s1 – 0,125s2 = 10    + …0,5*(2)

z              + 0,125s1 + 1,375s2 = 190

ERO 3: y = 0 pada baris 2

x + 0,5y                     + 0,5 s2 = 60

0,5y + 0,125s1 – 0,125s2 = 10    – …0,5*(2)

x +            0,125s1 + 0,625s2 = 50

z  + 0,125s1 + 1,375s2 = 190

y + 0,25s1 – 0,25s2 = 20

x +  0,125s1 + 0,625s2 = 50

BFS →  z =190; y = 20; x = 50;

yaiy, alhamdulillah beres 🙂