tawaran kebebasan

ekstrimnya ya pergi saja.

hah? seperti biasa saya hanya melongo saja, dia sering mengatakan hal yang -kalau di sinetron- bikin mata melotot sambil ber-gila-lo-!-?

kata bapak, aku boleh pergi dari rumah.

itu dia, salah satu favorit saya adalah cerita yang ada ‘kata bapak’-nya. sederhana saja, karena bapak saya tidak sama dengan bapaknya.

waktu itu kan aku ditanya, kamu mau jadi apa. aku sebel disuruh ini-itu, harus ini-itu. aku bilang aku mau jadi monyet.

ah ya, jadi monyet sepertinya menarik.

kata bapak, dia gak keberatan kalau aku ga mau jadi anaknya. dia bilang boleh, dia ngasih tawaran kebebasan. aku ga harus manggil dia bapak, aku boleh manggil dia toni. dia bilang, kalau aku mau, nanti biar dia urusin akta kelahiranku, biar berubah nama orang tuanya jadi monyet.

tuh kan, cerita ‘kata bapak’ selalu menarik untuk disimak.

tapi dia ngasih analogi. kalau kita miara ayam terus ayamnya kabur kan rugi. paling engga kita udah ngeluarin uang buat ngurus ayam itu. jadi aku boleh pergi, tapi harus bayar dulu sama dia. dia kan udah investasi, nyekolahin aku, ngasih makan. dia bilang dia bermurah hati, dia hitung semuanya seratus juta aja.

wow. terus terus?

kata bapak aku boleh pergi, tapi aku harus inget aku punya utang sama dia. seratus juta. kata bapak dia bermurah hati, dia ga ngasih tengat waktu kapan aku harus bayar utang. tapi aku gak boleh minta duit lagi sama dia.

ya ya ya, alis saya semakin mengkerut…

dulu bapak pergi dari rumah, sejak SMP. ya dia ga mau ngikutin apa kata mbah. dia itu udah dirancang buat nerusin usaha di pabrik. dari jebrotnya juga dia udah diarahin kesitu. dia ga mau, dia kabur. menurutnya, dia sekarang udah bayar utang dengan nyekolahin dua adiknya sampe sarjana. dia bilang kalo aku berani kaya gitu boleh banget, dia akan sangat bangga dan menganggap aku lebih ksatria daripada dirinya.

that was a big ‘oh’ i guess..

kata bapak, tawaran kebebasannya itu akan berlaku sampai kapanpun. makin lama nambah, jumlah utangnya gak cuma seratus juta lagi. aku pernah kecelakaan, bapak bilang aku jangan mati sembarangan, aku belum bayar utang.

hahaha.. itu cara bilang, ‘hati-hati nak, jangan sia-siakan hidupmu dengan cara konyol’ yang sangat unik. jangan mati sembarangan.

honestly, itu ‘kata bapak’ yang keren, i thought. karena bahasa matahari itu selalu hangat.