“30 hari untuk 20 tahun” catatan harian buat Mbu #1

july 1st

Halo. Ibu. Tadi saya pergi begitu saja dari kosan. Saya tidak suka berada di sana. Berpikir kalau berada di sana itu mengerikan. Ya sebenarnya tidak sih, saya tinggal diam saja di kamar. Tapi saya merasa tidak nyaman berada di sana dengan kenyataan bahwa di ruangan sebelah ada sesajen lengkap dengan menyan yang dibakar dan orang-orang yang berkumpul sambil berdoa.

Ngomong-ngomong tadi siang saya muter-muter UPI, ngeliput SNMPTN di sana. Setelah sebulan magang jadi jurnalis on-line, kewajiban saya nambah, dari satu liputan menjadi tiga liputan per minggunya.

Hmm, lumayan tuh harus nulis. Redaktur saya bilang, pekerjaan intelektual seorang jurnalis itu bukan menulis berita, tapi bagaimana ia bisa bercerita. Ya baiklah, saya masih utang tulisan minggu kemarin sih, sama ada satu review film yang harus direvisi.

Saya jadi berpikir, apakah harus mencari kosan baru. Enaknya sih yang bareng sama temen-temen ilkom juga, biar ada temen belajar, bahan kuliah makin berat aja makin ke sini.