surat hari kamis (lagi)

halo.

sepertinya kita sudah mulai memasuki saat-saat terberat di semester ini.

rasanya UAS saja tidak seberapa rasanya dibanding Pekan Sunyi ini.

iya saya tau, di kosan saya yang bertahan tinggal anak ilkom, di kosan angga juga.

pada jadi kuncen, orang-orang lain mah udah pada libur kemanaaaa.

tidak ada cerita libur pekan sunyi di ilkom.

itu masih ada dosen yang mau bayar utang ngajar.

itu masih harus ngumpulin makalah.

itu masih ada tugas besar.

itu masih ada presentasi ini-itu.

bahkan warteg-warteg pun pada libur,

dan kita tidak.


hebat, bukan?

(sambil dengerin dian sastro baca puisi, “atau aku harus lari ke hutan lalu ke pantai?”

OOT: saya nyari film DRUPADI tapi malah stream video puisi Tentang Seseorang, AADC)

mengingatkan satu ayat saja, teman:

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S. At Taubah:105)

kata Bang Haji Rhoma Irama, “begadang jangan begadang”

(oh, kenapa saya mengutip ini????? ahahahahahaha..)

apapun itu teman, tubuh kita punya hak untuk istirahat. tidur dulu, bangun lagi pagi.

Seusai shalat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki. (HR. Ath-Thabrani)

Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar)

selamat pekan (tidak) sunyi,

nanti kita lari ke hutan, terus ke pantai.

🙂

Sampai jumpa hari Rabu.