surat hari rabu di hari kamis

iya teman, ini kamis bukan rabu.

maaf saya terlambat satu hari : )

pernah denger kalimat ini,

“kesabaran orang itu kan ada batasnya”

tahukah, ternyata itu salah. sesungguhya kesabaran itu tidak ada batasnya.

setengah dari ajaran islam itu adalah sabar.  Sesungguhnya iman itu terdiri atas dua bagian: sebagian sabar dan sebagian syukur.

Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

“Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.” (Al Fawa’id, hal. 95)

yang saya kadang sering lupa adalah, sabar itu kan tidak hanya dalam menghadapi cobaan (atau apapun yang konotasinya negatif, menderita).

kita juga harus sabar dalam mentaati Allah dan Rasul-Nya,

sabar dalam menolak kemaksiatan, sabar dalam menjalankan kebaikan.

sabar dalam waktu, menjadi efektif dan efisien. sabar dalam kekayaan, menjadi bijaksana. sabar ketika perang, memunculkan sikap berani.

sabar dalam pergaulan, menjadi pribadi yang santun.

Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari)

ingat cerita Husain? cerita Bilal? cerita Muhammad?

apalah kita dibanding dengan penderitaan yang pernah mereka alami?

Yang sabar, yang ikhlas, yang semangat.

Sampai jumpa hari Rabu.

link bagus terkait tentang sabar dan sabar : )